Ini cerita kemarin sore. Hujan membuat basah payung yang
semula terlipat. Hmm rasanya aku rindu kehangatan. Wajar saja, sudah lama aku
tidak bercengkrama dengan sang penanti. Sulit memang untuk aku yang menanti,
setiap hari aku hanya berkaca pada langit, berharap mendapat sedikit celah
untuk melihat yang disana.
Mungkin untuk yang tidak terbiasa dengan pertemuan diujung
senja, kalian tidak akan mau. Jangankan kalian, aku pun sebenarnya tidak mau.
Ya tapi apa boleh buat, hanya itu yang dapat dilakukan. Hanya menunggu.
Tidak apa-apa, kami adalah dua orang sibuk. Katakan saja
begitu. Tapi tidak juga, hanya dia yang sibuk. Aku tidak. Tidak terlalu.
Jika ada kesempatan yang dibawa sang waktu, kami juga
bertemu. Tidak usah khawatir. Cerita kami tak seburuk itu. Kami ini hanya
berbeda dengan orang kebanyakan. Tidak usah giat bertemu, berkabar lewat pesan
pun sudah cukup.
Aku hanya tidak ingin terlarut begitu dalam pada kehampaan.
Aku hanya perlu mawas diri. Harus ingat dia juga sama denganku. Dia juga
menunggu, aku tau.
Comments