Skip to main content

Posts

Hilang

Recent posts

#Day 3

Cerita tentang Danu sekejap tergantikkan oleh bisingnya klakson yang cukup mengganggu pendengaran, sehingga begitu rumit hampir tidak bisa menerjemahkan setiap rasa yang melintas di dada. Perjalanan pulang hari ini sedikit sendu, mungkin karena nyanyian membuai yang membuat diri menjadi terlena pada lirik lagunya. Seketika hati ikut meraung-raung seolah merasakan setiap syair yang terurai pagi itu. Lantas sampai senja masih pada rasa yang sama. Jika diulang lagi, seharusnya pagi hari diisi oleh nyanyian semangat, semacam lagu kebangsaan yang dengan spontan membuat tubuh berdiri tegak dengan tangan menyilang di dada. Memang mengawali hari harus sedikit hati-hati, tidak usah disiapkan dengan khusus, melainkan pilihlah saja sesuatu yang membakar rasa malas dan peluh, juga sakit hati. Semalam aku dibuat bingung dengan teka-teki yang hadir lewat mimpi. Aku melihat dia dan Danu di dalamnya, lalu secepat itu film diputar dalam otak. Aku berada di sebelah dia mengelilingi jalanan kota Band...

#Day 2

Dingin sekali hari ini, membuat mata tak mampu membuka kelopaknya lama-lama. Entah apa yang salah, posisi duduk yang berubah beberapa langkah ke depan ataukah memang karena tidur yang terlalu larut. Akibat memikirkan hal yang masih dan sepertinya akan tetap mengambang di permukaan. Tentang jemari yang sudah mendambakkan dihiasi benda berkilau, mulai tidak terstruktur logika ini merangkai teka teki yang tercipta dengan sendirinya. Bukan merupakan hal aneh, tidak salah jika melihat momen seperti itu lalu tiba-tiba ingin minum karena haus. Umur 20 tahun yang beberapa minggu lagi genap 21 sudah sewajarnya uring-uringan perihal itu. Untuk seseorang yang mendambakkan membangun rumah tangga diusia muda, namun sebenarnya belum terbayang seberapa banyak yang harus dipersiapkan. Ini hanya kemauan hati saja, tidak berarti harus direalisasikan secepat air yang turun dari langit sehingga dengan sekejap menghapuskan jejak kaki di setiap perjalanan. Belum ada tangan baru yang dijabat hari ini. Nam...

#Day 1

Hari ini aku memulai berkelana pada situasi yang sudah lama ku damba. Duduk bersandar pada kursi yang menopang beban diri, berhadapan layar dengan banyaknya kata yang harus ku selesaikan satu persatu. Memulai ini adalah suatu keharusan untuk si dewasa. Tuhan memang baik. Aku tidak sendiri melainkan dikelilingi manusia-manusia baik, yang sayangnya belum sempat berkenalan. Ini hari pertama, di tempat yang cukup nyaman namun masih kaku sehingga kaki pun bergerak tak tentu arah. Lucu.

Untuk Kau yang selalu Menemani (Gravity)

Melihat lembar-lembar kelabu yang seiring menguning Aku ingin berkata Adakah kau ingat kapan kertas-kertas pudar ini tercipta Menunjukan betapa kau dan aku tersenyum menatap kebebasan saat itu Awalnya aku tak mengenalmu Untuk mendekat saja aku tidak berani Menebar senyum pun harus secara sembunyi-sembunyi Kau dan aku belum memiliki rasa yang sama saat itu Hingga akhirnya datang sang penghangat di tengah dinginnya suasana Kemudian menyatukan semua rasa yang ada Kau dan aku mulai berdekatan Seperti kelopak yang tumbuh dalam satu tangka bunga Kau dan aku menciptakan keindahan Mengukir cerita bersama kehangatan Kau dan aku tertahan gravitasi Sehingga kita bisa menapaki langkah demi langkah, melewati hari demi hari Sudah enam tahun kau dan aku bersimfoni dalam sebuah nada yang indah Mengukir cerita walau kau dan aku berada pada tempat yang berbeda Kau dan aku tak pernah saling melupakan Aku ingin berterimakasih, u...

Sedikit Cerita Kami

Ini cerita kemarin sore. Hujan membuat basah payung yang semula terlipat. Hmm rasanya aku rindu kehangatan. Wajar saja, sudah lama aku tidak bercengkrama dengan sang penanti. Sulit memang untuk aku yang menanti, setiap hari aku hanya berkaca pada langit, berharap mendapat sedikit celah untuk melihat yang disana. Mungkin untuk yang tidak terbiasa dengan pertemuan diujung senja, kalian tidak akan mau. Jangankan kalian, aku pun sebenarnya tidak mau. Ya tapi apa boleh buat, hanya itu yang dapat dilakukan. Hanya menunggu. Tidak apa-apa, kami adalah dua orang sibuk. Katakan saja begitu. Tapi tidak juga, hanya dia yang sibuk. Aku tidak. Tidak terlalu. Jika ada kesempatan yang dibawa sang waktu, kami juga bertemu. Tidak usah khawatir. Cerita kami tak seburuk itu. Kami ini hanya berbeda dengan orang kebanyakan. Tidak usah giat bertemu, berkabar lewat pesan pun sudah cukup. Aku hanya tidak ingin terlarut begitu dalam pada kehampaan. Aku hanya perlu mawas diri. Harus ingat dia juga sam...

Dari Lorong Kecil lalu “Berubah”

Suasana sore ini sedikit kelabu, aku berjalan menyusuri lorong-lorong kecil di pinggir kota. Iya lorong kecil. Tapi tidak sekecil jalan tikus. Aku sedikit menepi karena kepulan asap yang mengganggu. Menurutku sangat mengganggu dan menghilangkan sedikit bumbu dari penampilanku sore ini. Jalanan tampak sepi, hanya beberapa orang yang melintasi lorong kecil ini bersamaku. Sedikit membuat bulu kuduk ini berdiri, ditambah dinding-dinding yang basah dan air-air yang menggenang terlintasi oleh kaki dengan sandal berpita oranye. Sssstt, jangan khawatir. Ini bukan cerita horror. Aku hanya terbawa suasana. Hahaha Setelah lorong berkelok-kelok yang sedikit mirip labirin berhasil terlewati, akhirnya aku sampai di tempat yang ramai. Fyuuh.. aku bernafas lega. Seperti baru menghirup oksigen kembali. Aku memang selalu takut ketika sedang berjalan di dalam lorong sendiri, rasanya sangat meningkatkan adrenalin. Aku terlalu termakan oleh cerita-cerita tak masuk akal. Sepertinya aku harus mulai perc...